Membership Golf Club


.

Emang bener yeee Golf itu emang olah raga buat kaum berduit aje.

Jadi hari ini (140912) gue dikasih kerjaan buat nyari tau tentang membership disalah satu Golf Club. Gue pun menghubungi pihak marketingnya dan nanya ini itu, yaaaah pokoknya semua informasi lah gue gali. Towew towew banget dah ternyata kehidupan per-Membership-an Golf Club itu.

Hmmm gue emang cuma survey ke satu club aje sih, tapi menurut gue itu udah cukup mewakili gimana kehidupan per-Membership-an Golf Club. Haaaiiiyyyaaaaa.. masih jauh banget buat gue gapai tuh dunia. Apa pasal coba? Nih gue jabarin:

1.    Join fee-nya selangit. Bukan puluhan, tapi udah ratusan juta bahkan ada paket yang sampe 1 M lebih. Hadeeeuuuhhh mending gue beli rumah plus usaha kostan deeeh.

2.       Iuran per tahun ga kalah maheelll. Meeen join fee-nya aje udah maheellll, ditambah ada iuran per tahun. Hoeeaaeeeoooooooo.

3.       Selain biaya di atas, masih adalagi biaya yang harus dikeluarin sekalipun udah jadi member. Caddy fee, yup bener banget kita mesti bayar buat perempuan yang membawa tas kita juga sekaligus yang mungutin bola.

4.       Sebenernya membership yang mahal itu berlaku selama 15 tahun sih. Yaaah tapi tetep aje maheeeellll.

5.       Oiya membership ini terbagi atas dua tipe, untuk individual dan corporate (group/perusahaan). Tentu aje yang corporate lebih murah, tapiiii tetep aje maheeellll buat gue.

Intinya sih saat ini nih kehidupan belum nyetel buat gue. Gak tau yee nanti kalo gue udah jadi seseorang, yaaah semoga aje kagak..


Bangkok - Patayya 4D3N


.

Apa kabar dengan acara jalan-jalan gue ke Thailand? Ohohohoho jadi doooonnngggggg!!!

Awalnya gue udah berniat untuk membatalkan perjalanan gue dengan alasan seperti yang gue tulis di sini. Agak gak rela sih sebenernya, tapi yasudahlah yaaaaaa, gue juga punya skala prioritas.

Tiba-tiba aje gue kepikiran buat nanya gimana kalo jadwalnya diubah, gue kirimlah email ke pihak penyelenggara. Terlepas dari bisa atau enggaknya gue sih udah ikhlas kalo emang gak bisa diubah jadwalnya, toh gue juga udah pernah ke Bangkok. *menghibur diri*

Tapi yang namanya udah rejeki yaaa emang ga bakal ke mana, minggu lalu gue ditelpon sama penyelenggaranya yang ngabarin kalo jadwalnya dimajuin jadi tanggal 16 September 2012.. Ihiiiyyyyyyyyy Yiipppiiieeeeeeee, ohohohoho girang banget gue. Kegirangan gue bertambah ketika gue tau kalo paket tournya diupgrade jadi 4D3N dan ga cuma ke Bangkok tapi ke Patayya juga. Ohohohohoho, rejeki nomplok.

Ah demen banget dah gue. Alhamdulillahnya juga setelah proses lobi yang cukup alot, si Neng ngijinin gue buat pergi walopun waktunya masih mepet dengan hari spesial buat kami, tentunya dengan banyak ‘tapi’ dan ‘asalkan’.

Nih gue liatin itinerary perjalanannya:

Chao Phraya – Wat Arun – Grand Palace – Reclining Buddha – Pattaya – Nong Nooch Village
Keberangkatan : 16 – 19 September 2012

Day 1/16 Sep  : Jakarta - Bangkok by Air Asia (D)                QZ 7716      16.40 – 19.45
Selamat datang di kota Bangkok, setibanya Anda di bandara Suvarnabhumi yang memiliki desain bangunan yang luas dan mewah, Anda dijemput dan diajak makan malam  bersama kemudian daiantar ke hotel untuk serta beristirahat. Malam hari berkesempatan untuk menikmati suasana Negeri Gajah putih ini.

Day 2 : Bangkok City Tour - Pattaya (B,L,D)
Setelah menikmati santap pagi di hotel Anda diajak mengikuti city tour  mengunjungi Sungai Chaophraya dengan menggunakan kapal tradisional menuju Wat Arun, sebuah kuil cantik yang berdiri megah dengan 3 bangunan, di mana terdapat ukiran relief cerita masyarakat yang menyembah kepada sang Budha. Kemudian dilanjutkan menyeberangi sungai menuju Grand Palace & Reclining Budha Temple, yang merupakan sebuah kompleks kerajaan dengan berbagai koleksi kuil cantik berwarna keemasan disertai ukiran indah. Anda akan dibuat takjub selama berada di tempat ini. Selain itu juga terdapat sebuah bangunan modern klasik dengan taman yang luas bergaya Eropa, disebut sebagai kediaman raja. Setelah makan siang di restoran diajak  melanjutkan perjalanan menuju Pattaya. Dalam perjalanan singgah di Sriracha Tiger Zoo & Crocodile Farm, di tempat ini kita akan ditunjukkan banyak atraksi menarik dari hewan macan, harimau dan buaya serta banyak binatang lainnya. Sore hari tiba di Pattaya diantar ke hotel untuk check in, kemudian acara bebas. Anda juga dapat mengikuti pertunjukan Alcazar Show yang spectaculler. (Optional)

Day 3 : Pattaya - Bangkok (B, L)
Setelah makan pagi diajak mengunjungi Nong Nooch Village, sebuah kawasan wisata yang menampilkan pertunjukkan kebudayaan masyarakat Thailand, seperti Thai Boxing dan Elephant Show. Selanjutnya Anda diajak menikmati makan siang di restoran lokal area Pattaya, diantar kembali ke Bangkok. Dalam perjalanan berkesempatan  berbelanja atau sekedar melihat-lihat di Dried Food Market dan Gem's Factory. Setibanya di Bangkok berkesemapatn untuk berbelanja di MBK Mall  & Siam Paragon Complex, Setelah puas berkeliling di MBK diantar ke hotel untuk beristirahat.



Day 4 : Bangkok - Jakarta (B)   QZ 7717  BKK-CGK  20.30 – 19.45
Pagi ini acara bebas bagi Anda hingga tiba saatnya diantar ke airport untuk penerbangan kembali ke Jakarta, dengan membawa kenangan manis yang tidak dapat dilupakan. Terima kasih atas keikutsertaannya bersama Travelanda.com. Sampai jumpa lagi diacara tour kami yang lain. Home Sweet Home.

Jiehehehehe, pamer gitu gue. Ah pokoknya gue senenglah. Doain yak semoga perjalanannya bisa lancar dan gue diberi keselamatan sampe balik lagi ke Indonesia.

*Dengan kepergian gue kali ini berarti gue memperpanjang rekor gue untuk naik pesawat tanpa pernah ngeluarin duit sendiri. Gratistististis semuanya. Bangkok, Singapura, Makassar dan Balikpapan. Semoga berikutnya bisa kepulauan Bahama, Sorong, Maldives sama Mekkah juga, ehehehe…

Kisah Tragis Pemuda Bujang


.


Hooo si Neng tiba-tiba ngasih link dari sini yang mesti gue baca. Setelah gue baca kayaknya mesti banget dishare nih. Ehehehehe kali-kali aje setelah baca cerita di bawah ini jadi timbul niatan rekan semua buat  mulai berencana. Hayooo mau nunggu sampe kapan?
……………………………………………………..

Alkisah seorang pemuda dihinggapi gelisah di saat kuliah. Godaan yang mengancam agama dan kehormatannya terasa kian menderas. Puasa dan aktivitas positif lainnya telah dilakukan. Tetapi justru aktivitas kemahasiswaan mempertemukannya dengan si jilbab biru yang selalu menunduk malu, si jilbab hitam yang elegan dan anggun, juga si jilbab cokelat yang manis,lugu dan lucu. Hatinya kian galau. Maka, kepada ayahanda dan ibunda dikuatkannya hati untuk berkata, “Pak, Bu… boleh nggak saya nikah sekarang?”

“Heh… ngomong apa kamu? Nikah! Nikah! Gundhulmu itu…” Sang ayah masih shocked mendengar reques sang anak

“Mbok ya sadar,Nak, kamu ini semester berapa? Jangan aneh-aneh ya! Nikah saat kuliah, memangnya anak istrimu mau dikasih makan apa? Dipikirkan yang dalam ya Nak. Jangan bicarakan lagi masalah nikah sebelum kamu lulus ya!” Kali ini sang ini berkomentar dengan lembut.

“Tapi, banyak godaan Bu. Nggak kuat!”

“Puasa, puasa. katanya belajar agama, gitu aja nggak ngerti” sang ayah masih terdengar emosi

----

Beberapa semester berlalu, dan esok hari adalah wisuda yang dinanti-nanti. Maka, malam ini saatnya bicara kepada sang ayah. “Pak, saya sudah lulus.. tentang pernikahan..?”

“Ehh, lulus itu artinya kamu pengangguran baru!” kata sang ayah

“Iya Nak… kamu konsentrasi cari kerja dulu ya…” sang ibu menengahi dengan sabar
Ia tak bisa berkata-kata lagi. Harapannya yang berkecambah telah tersiram air panas.

Waktu berganti. Kini pekerjaan sudah dalam genggaman. “Pak Bu ehhmm… saya sudah kerja sekarang…”

“Kerja apa? Serabutan gitu! Tidak nyambung dengan kuliahmu. Dengarkan! Kamu cari pekerjaan yang mapan dulu, baru kita bicarakan pernikahan.”

Harapan kembali pupus hangus terbakar matahari.

Waktu terus berjalan, pekerjaan di sebuah instansi bergengsi pun didapat. Dengan berseri-seri pemuda itu menghadap ayahanda. “Pak, saya sudah bekerja sesuai harapan Bapak..”

“Lha , kamu ini berangkat kerja saja masih pakai motor yang Bapak belikan. Nanti, ngomongin nikahnya kalau kamu sudah punya mobil…”

Beberapa waktu kemudian. “Pak, Bu saya sudah punya mobil…”

“Tapi nanti mau tinggal dimana Nak? Coba ya, kamu usahakan punya rumah dulu…” Kali ini sang Bunda dengan lembut berkata.

Hingga suatu hari, “Pak Bu rumahnya sudah jadi!!!!! Jadi, kapan saya dinikahkan?”

Bapak dan ibunya saling berpandangan. Dan mereka menangis, “Aduh Nak, Umurmu sudah 50… siapa yang mau?”

!@#$%^&*()))+%$@!#&&&

pesan sponsor: Mulailah visi yang jelas, masa depan yang terencana, kedewasaan, dan keberanian bersikap.

Diambil dari salah satu kisah dari tulisan ust Salim A Fillah dalam bukunya “Jalan Cinta Para Pejuang”

Ketipu Tukang Bajaj: Semoga Berkah deh Bang!!


.


Hari Sabtu lalu (080912) gue sama si Neng ke Bendungan Hilir (Benhil) buat ngegunain voucher makan yang gue beli di Living Social. Oiya ngomong-ngomong tentang Living Social, ini adalah situs yang jual voucher murah meriah. Mulai dari makanan, barang, jasa maupun paket perjalanan. Gue sendiri baru tau situs beginian sekitar dua bulan lalu. *kemane ajeeee?*.

Nah yang kemaren gue beli adalah voucher makan Sushi buat berdua di resto yang bernama K*to Sushi. Berhubung gue sama si Neng doyan kaga ketulungan sama yang namanya Sushi, jadilah kami jabanin buat ke Benhil di tengah hari yang terik melirik.

Sampe di Benhil sekitar jam setengah 12 siang, matahari bersinar dengan sumringah. Pokoknya cerah luar biasa, nih kalo mao ngejemur baju buat para enyak cocok banget dah. Berhubung gue ga tau di mana resto sushi yang dimaksud dan GPS juga gue kaga gablek ditambah cuaca juga lagi cerah-cerahnya, maka jadilah gue ngajak si Neng buat naek bajaj yang emang lagi pada ngetem di depan pasar Benhil.

Gue nyamperin tukang bajaj dan menanyakan alamat yang gue tuju. Supir bajaj pertama yang gue datengin bilang tahu alamatnya dan ngasih tarif 10 ribu, huweeewwww mahel amet yak!! Gue jelas nolak lah.. Pas tau harganya segitu, gue sama si Neng berniat buat jalan aje, eh ada supir laen yang manggil dan ngasih harga 8 ribu. Karena panas udah niatan lil alamin mau ngebakar kulit gue sama si Neng, akhirnya kami mengiyakan *kulit udah item, kaga mau tambah item lagi*.  Yaaaah yasudahlah, secara gue juga kaga tau di mana tempatnya, takutnya jauh banget. Daripada meng-eksotis-kan kulit, pan mending gue naek bajaj aje. Setelah naek kami pun diajak menyusuri Jl. Bendungan Hilir Raya.

“Wuiiiihhhh jauh juga kalo jalan kaki. Kulit udah bukan eksotis lagi tapi bakal superduper gosong kalo gue tetep jalan.”

Ini yang terlintas dipikiran gue pas tau kalo jaraknya jauh banget. Tapi tiba-tiba tuh bajaj muter balik arah.

“Hmm mungkin mau nyari jalan lain yang lebih deket, semacam jalan tikus gitu.” Khusnudzon banget pan gue?

“Lah pan balik lagi ke tempat gue naek tadi?” Tereak gue dalem ati pas tau arah yang hendak dituju sama si bajaj.

Toeng toeng banget dah pas si abang bajajnya bilang udah sampe. Haeeemmmmmmmm untung gue sama si Neng emang udah kelelahan dan ga ada hasrat buat mencak-mencak, jadi gue langsung aje ngasih duit ke si abang bajaj dengan muka penuh lipetan.

Yaaaaah anggep aje lah gue tadi nostalgila masa kecil, naek andong keliling kampung, cuma bedanya sekarang andongnya beroda 3 dan kampungnya udah modern.

Intinya, kalo mau naik apapun, entah itu ojek, bajai atau taxi sekalipun, pas nego harga pastiin bener kalo si pengemudinya tau alamat yang kita tuju, khawatirnya kita diajak keliling yang bikin tarif jadi mahal. Kalo perlu nih yaaaaa, bikin perjanjian “Kalo ternyata jaraknya deket dan cuma diajak keliling doang, saya gak mau bayar!”

Oiya buat abang bajaj yang kemaren, makasih ya udah ngajak ayeh sama si Neng ngider Benhill. Semoga berkah ya duitnya. Oiya, saran ayeh sih mending ganti usaha jadi tukang andong keliling aje. Duitnya jaauuuuuhhhh lebih berkah, malah keberkahannya berlimpah karena bikin seneng anak-anak.