Showing posts with label pangeran beranalisa. Show all posts
Tuan Tanah vs Penjual
.
Category pangeran beranalisa
Habibie & Ainun, bukan "haBHOTIE & aiNDUN"
.
Punya
mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu
itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju
Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat
mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.Category pangeran beranalisa
5 cm
.
Satu
lagi film yang disadur dari novel gue tonton, yup sebuah film yang diangkat
dari novel karya Donny Dhirgantoro, ‘5cm’. Sebenernya ini novel lama, sekitar
tahun 2005 keluarnya, tapi gue baru sempet baca beberapa bulan yang lalu *telat
yeeee*. Pas baca, menurut gue ‘5 cm’ merupakan novel yang sangat menarik.
Penokohan yang kuat, quotes yang
tersaji sepanjang novel, suntikan semangat dan rasa cinta tanah air yang begitu
besar, keyakinan dan tekad yang bulat dalam meraih mimpi, sesekali diselingi
dengan lawakan yang ga garing, itu beberapa hal yang gue tangkep dari novel
ini. Pokoknya layak baca deh novel ini.Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji) adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan belasan tahun lamanya. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya.
Category pangeran beranalisa
Modus Anomali: Gak Disangka Bukan Ga Bisa Ditebak!!
.
Sekarang gue mau ngebahas tentang
pelem Modus Anomali, jadi buat yang belum nonton dan berniat akan nonton stop
aja bacanya di sini, spoiler, dan
silahkan baca post-an gue yang laen, ehehehehe… Nih gue kasih sinopsisnya yang gue ambil dari sini:Salah satu pelem Indonesia yang gak biasa menurut gue, yup Modus Anomali menyajikan cita rasa yang berbeda dalam ranah perpeleman Indonesia. Dari awal hingga pertengahan pelem penonton dipaksa buat mikir "kenapa begini? kenapa begitu?", "sebenernya dia siapa?". Intinya banyak misteri bertebaran sampe pertengahan pelem, setelah itu barulah kemudian sedikit demi sedikit misteri mulai terungkap, langsung deh bergumam "hooo gitu toh". Setelah satu per satu misteri terkuak, penonton dihadapkan lagi dengan misteri baru yang bikin pengen bilang "ini apa lagi?" "kok jadi gini?". Pokoknya nih pelem bikin penonton mikir, sampe diakhir pelem pun semua misteri ga diungkap secara gamblang. Mungkin kalo penonton yang kurang peka, bakal ga bisa mengungkap semua misteri yang tersaji.
Pelem ini termasuk pelem yang menganut twisted ending, yah bisa dibilang endingnya ga disangka-sangka. Ga disangka-sangka loh yaaa, bukan ga bisa ditebak, pasalnya gue udah bisa nebak ending nih pelem termasuk ngebongkar misteri yang ada sejak misteri kedua digulirkan kembali (John Evans nelpon anaknya kemudian ketemu keluarga yang mau berlibur) *songong*. Gue ngerasa pernah nonton pelem dengan kasus yang persis sama, bahkan sampe ke misteri yang digulirkan juga persis sama, DAAAANNNNN gue notonnya di tipi Indonesia DAAANNNN LAGI gue lupa pelem apa. Entah ya gue yang salah inget atau gimana, yang jelas gue ngerasa kasus dan misteri dalam pelem ini udah pernah gue temuin yang serupa (tapi tak sama) sebelumnya, hmm ato mungkin itu gue temuin dimimpi gue dan ternyata terwujud pas nonton pelem ini kaya kejadian di sini *Ngelindur*
Pelem ini full English, konon kabarnya sih ini pelem pertama Indonesia yang menggunakan Bahasa Inggris secara penuh di semua dialognya. Mungkin dari awal pembuatannya nih pelem mau dibikin go international kali yeee, jadi strateginya yah salah satunya dengan membuat semua dialognya dengan Bahasa Inggris. Tapi tenang aje buat yang alergi dengan Bahasa Inggris, pelem ini sepi dialog kok, eh tapi beneran dialognya sangat amat jarang di sepanjang pelem, kenapa ya? Hmmm mungkin supaya penonton fokus mikir tentang misteri dan gak keganggu dengan dialog-dialog yang kurang penting.
Pelafalan dialog dalam pelem ini sangat bagus menurut gue, luwes gitu dalam urusan ber-Inggris-ria, gak kaku lah pokoknya. Yang menurut gue pelafalannya agak gimaannaaaa gitu yah si John Evans, gak tau kenapa gue kok ngerasa kaya didubbing, sebenernya cocok sih dengan karakter aslinya dalam pelem itu, tapi tetep aje gue ngerasa rada gimaanaaaaa gitu *kaga jelas yee gue?*
Hmmm segitu aje kali yee hasil penerawangan gue terhadap nih pelem. Tapi jujur ini pelem bagus, beneran dah recomended pelem banget ini. Saran gue bagi yang belum nonton, pantengin bener-bener selama pelem berlangsung, jangan sampe pas kelar nonton yang terucap adalah "loh kok misterinya ga diungkap?"
Category pangeran beranalisa
THE RAID: Redemption (BALITA DILARANG MASUK!!)
.
Sekelompok tim SWAT yang tiba di sebuah blok apartemen kumuh dengan misi menangkap pemiliknya – seorang raja bandar narkotik bernama Tama. Blok ini tidak pernah digerebek atau pun tersentuh oleh Polisi sebelumnya. Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman. Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi ketika mereka terlihat oleh pengintai, penyerangan mereka terbongkar. Dari penthouse suite-nya, Tama memerintahkan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar. Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.
| Iko Uwais vs Dimas Seto |
| Yayan Ruhian vs Ki Joko Bodo |
| Daniel vs Joe Taslim |
Category pangeran beranalisa
Madah Bahana in Concert: Marching Band Rasa Baru
.
Category pangeran beranalisa
Almamaterism: Sebuah Teori Ngasal dari Karyawan Sotoy
.
- Say No to “Unwellknown”
- The Power of Iluni
- Semua bisa masuk, tapiiii…………..
Category pangeran beranalisa
Deadline atau Dateline?
.
Nih pertanyaan muncul karena ada salah seorang teman yang menyalahkan ketika gue memakai kata "deadline",, menurut doi yang berinisial PY kata yang bener adalah "dateline"..
gue yang merasa ga terima karena disalahkan pun akhirnya berkoar2 untuk menanyakan yang mana yang sebenernya merupakan kata yang bener *belibet*,, sebenernya gue sendiri juga ga yakin yang mana yang bener. keyakinan gue saat itu adalah kata yang biasa gue pake deadline jadi agak terganggu aja kalo tiba2 ada yang menyalahkan gitu... yang gue lakuin kemudian adalah nge-sms orang2 yang gue anggap pinter ber-English ria dan juga gue ngetweet dan masang status facebook.
banyak tanggepan yang gue dapet, kalo dikategoriin:
1. orang yang juga sama bingungnya,
2. orang yang cari aman jadi bilang keduanya benar,
3. orang yang bilang dateline yang bener, dan
4. orang yang bilang deadline yang bener (mostly jawab yang ini)
dari jawaban2 itu gue semakin yakin kalo deadline yang bener, dan keyakinan bertambah ketika Pemimpin Redaksi Komunitas Bambu yang juga seorang Editor buku ikut komen, berikut petikan komentarnya:
"deadline: tenggat/batas waktu.
dateline: keterangan waktu-lokasi, biasanya ditulis sebagai awal berita atau laporan. Contoh Jakarta, 26 Maret 2011. Seorang wanita, USW (29 th), ditemukan gantung diri di pohon toge belakang kostan Puri Sekar, Kelurahan Kukusan, Depok dalam keadaan tertawa bahagia."
Sekarang jelas dong yang mana yang bener,,hhe...........
Category pangeran beranalisa
kita semua pernah berada di sana: @L4y
.
hha di tulisan kali ini gue bukannya mau sok2an berargumen buat menjabarkan pengertian alay (buat yg satu ini gue rsa semua orang udah punya definisi masing2), bukan juga mau ngejudge atau memberi penilaian buat kaum yang satu ini. tulisan ini lebih tepatnya terinspirasi dari tulisan di link ini http://www.jakartabeat.net/musik/kanal-musik/ulasan/502-tentang-musik-alay.html
hmm gue jadi inget sms salah seorang yg intinya ngasih tau tentang komen2 yang ada di akun friendster gue,,dari situ gue jadi ngebuka2 isi friendster gue lagi. dannn ternyata,, oh God definisi alay yg slama ini ada dibenak gue ternyata pernah gue alami sendiri.. yah tulisan gede-kecil lah, foto2 dengan gaya (yg kalo skarang gue pikir) alamakdang banget, yah pokoknya gitu lah.. pokoknya kalo bisa dibilang gue pernah berada pada masa yang dibilang kalo gue adalah seorang alay... oke gue (pernah jadi) alay, terus kenapa?! skarang coba deh buat semua cek lagi semua yang kalian punya, entah itu diary dari jaman sd-sma, akun friendster atau juga foto2 kalian...
silahkan berkejut2 ria dengan apa yang telah kita lalui..haha
Category pangeran beranalisa
Gue Bukan Wartawan Olah Raga!!
.

Demam piala dunia,, hmmmm gue rasa sekarang semua orang ngerasainnya.. Emang dah event 4 taunan ini mantab bangat... Gue sih ngerasanya udah kaya bulan Puasa aja,, tapi bedanya kalo bulan puasa semua siaran TV dipenuhi sama kegiatan berbau Agama tapi kalo ini semuanya tentang Piala Dunia,,ga cuma siaran TV tapi semua baliho yang ada di jalan2,,koran,,majalah,,marchendise,..ato apa aja pasti berbau piala dunia...
Gue aja yang kaga terlalu demen2 banget sama yang namanya bola,,jadi rela buat ngikutin kabar Piala Dunia,,Update hasil Pertandingan juga selalu gue lakuin tiap hari..bahkan nonton ditipi dini hari pun gue jabanin...
ada satu hal yang bikin gue bingung ampe sekarang,,itu orang2 berita sama para komentator pada bisa2 aja merangkum jalannya pertandingan..pokoknya dari sebuah pertandingan terus kaya bisa di analisa gitu dan banyak aja gitu fakta dan kejadian yang bisa terungkap.. misalnya aja waktu partai Belanda lawan Denmark,, katanya Belanda ga memperlihatkan sepak bola indahnya..yah kaya bikin resensi film aja gitu,, entah kenapa ya kalo gue ngeliat pertandingan sep
ak bola pasti yang gue liat gitu2 aja,, yah cuma sekumpulan orang yang berebut bola pake kaki.. gue ga bisa melihat lebih jauh lagi kaya yang biasa orang2 berita lakuin...kalo disuruh bikin resensi film sih oke,, tapi kalo di suruh ngereview pertandingan sepak bola hadoh nyerah dah gue.,,ampun dj..
Intinya gue tidak cocok menjadi wartawan olah raga khususnya sepak bola..*siapa juga yang mau,,,huehuhehue
Category pangeran beranalisa
BIROKRAT DENGAN CRAYON..? APA JADINYA..!!!?
.
Gue juga kaga ngarti dah dari mana awalnya gue bisa seneng buat berkarya menggunakan media crayon,, iya crayon alat mewarnai yang terbuat dari lilin yang sering dipake sama anak TK buat ngewarnain… Analisis sederhana gue sih bilang ncing gue yang seorang guru TK ikut mempengaruhi kebiasaan gue ini, sering banget ncing gue bawain pulang hasil kerjaan anak2 muridnya ngegambar juga crayon bekas yang ga abis kepake plus majalah mewarnai buat anak TK… Gue yang seringnya ga ada kerjaan di rumah seneng banget ngobrak-ngabrik punya ncing gue itu, gue sering takjub aja ngeliat hasil karya anak2 murid TK ncing gue yang bisa dibilang “wow” buat ukuran anak TK.. Pasti udah bisa ketebak apa yang gue lakuin kemudian,, yah apalagi kalo bukan nyoba bikin apa yang si anak2 TK itu bikin, merasa tertantang aja gitu.. masa gue ga bisa bikin lebih bagus dari anak2 TK itu yah walopun mereka belajar teorinya sedangkan gue cuma dengan modal nekat dan ga mau kalah dari anak TK…gyahaha,,lagian juga semua peralatan udah tersedia *ga modal
Alhasil kerjaan gue kemudian adalah seneng banget bikin apa aja pake crayon,,yah gambarlah,, bikin pengumuman lah,, bikin nametag kepanitiaan lah,, kotak tissuelah,, kaligrafilah,, kadolah,, bahkan yang lebih parah gue sering ngegambar tembok kamar kostan gue pake crayon (buat yang satu ini skarang udah kaga pernah lagi,, soalnya waktu itu pernah ketauan mbak kostan gue alhasil dicat ulanglah kamar kostan gue yang sempet ngebikin gue lemah letih lesu tak nafsu makan selama beberapa detik,,ahahaha)... Gue pernah ngeliat kamar temen gue yang dilangit2nya ada gambar bintang dan bulan yang glow in the dark,, saking kreatipnya gue dan didukung dengan ketiadaan modal(kayaknya dominan alesan kedua deh,,ehehe) maka gue membuat gambar bintang dan bulan itu pake crayon pula,,ahaha maksutnya sih biar ada yang bisa diliat pas gue lagi tiduran di kamar tapi yang ada bukannya gambar bintang dan bulan yang glow in the dark melainkan gambar bintang dan bulan yang dark in the glow…*misuh-misuh
Pernah suatu saat pas gue lagi j
alan sama boti (Santika Sari,, cewek gue saat ini dan semoga seterusnya..aminnnn..) di Margo City Depok,, ga sengaja Gue nemuin ada sekolah seni gitu yang lagi ngadain demo,, dan tahukah anda salah satu yang di peragakan adalah menggambar make crayon… AHA,, gimana gue ga seneng coba..?gue bisa ketemu langsung mas2 (yang gue lupa namanya) yang tak lain dan tak bukan adalah seorang seniman yang mahir buat ngegunain crayon.. jadilah gue mantengin tuh mas2 sambil nanya2 buat nyuri ilmu,, haha pokoknya gue certain tentang gue yang seneng make crayon tapi ga tau teorinya…(bahkan ada lho teknik penggunaan crayon),,..intinya setelah gue nanya banyak hal dapat disimpulkan bahwa gue masih jauh banget dari yang sebenar2nya benar,,(apaan dah,!!)….. yah intinya gue ga ada apa2nya dibanding dia,,(ya iya lah ya..,,secara dia background pendidikannya aja seni)… Dia juga nanya2 kegue,, gimana gue bermain dengan crayon selama ini.. dan ada satu perkataannya yang ngebuat gue takjub,, berikut cuplikannya:
Beliau (B): emang mas jurusan kuliahnya apa?
Gue (G): saya mah jurusannya Administrasi Negara,, tentang birokrasi dan pembuatan kebijakan publik gitu.. yah ga ada hubungannya lah sama ngegambar make crayon..
B: Loh siapa bilang?
G: emang apa mas hubungannya?
B: jangan salah,, beda loh seorang birokrat yang punya jiwa seni dengan yang ga..
G: *bengong
B: iya seorang birokrat yang punya jiwa seni akan melakukan pelayanan publik yang lebih oke dan berseni di bandingin yang ga punya jiwa seni,, biasanya mereka (birokrat tak berjiwa seni) itu kaku dalam melayani publik dan kebanyakan mereka juga yang ngebuat birokrasi di Negara kita agak rebek..
G: *garuk2 kepala tanda takjub
B: makanya kamu terusin belajarnya dan tetep asah jiwa seni kamu,, biar kelak kalo udah jadi birokrat bisa melayani publik dengan baik..
G: oh iya ya mas??ah mas bisa aja,,*sambil cengengesan tetep takjub
Ahaha kaga nyangka aja gue dia bisa ngomong kaya gitu,, yah paling ga gue dapet teori baru kalo birokrat + crayon = pelayan publik yang oke..huehuhehue…… okelah kalo begitu gue akan terus berkarya dengan crayon demi terciptanya birokrasi yang oke di Negeri ini,,*mukul2 dada sambil senyum optimis
Category pangeran beranalisa
Seni dan Sensasi Pengekost
.
Nih tulisan gue buat terinspirasi dari hasil smsan gue dengan seorang teman gue yang udah lumayan uzur,,(hhe..piss) yah intinya udah cukup lah buat makan asam garem kehidupan.. sebut saja ia dengan sebutan Uswah (memang nama sebenarnya,,).. Pokoknya waktu itu kami smsan ngebahas salah satu teman kami, yaitu J*dy yang katanya mau pindah kostan ke wilayah KUKEL (belakang UI,,Kelurahan Kukusan-red),, terus si pria ini mengeluarkan wacana kalo dia berniat untuk masak nasi sendiri ketika pindah kostan nantinya.. sontak kami b2 kaget bukan kepalang,, yah gimana ga kami mengenal pria yang akan segera lulus dari broadcast UI ini adalah sosok yang sangat royal,, apalagi kalo urusan jajan.. bahkan kami aja menjuluki dia “jajan boy”!!
Balik ke topik,, buat mahasiswa yang rumahnya jauh dari kampus untuk ngekost adalah harga mati yang harus dipilih!! Gak mungkin kan orang yang rumahnya di Kediri dan kuliah di Depok mesti PP tiap hari,, yang ada belom ampe lulus semua harta orang tuanya udah ke jual… Tapi pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah semua mahasiswa yang ngekost pernah merasakan bagaimana seni dan sensasi yang ditimbulkan dari ngekost itu sendiri?
Emang apa sih seni dan sensasi yang di timbulkan dari ngekost? Nih gue jelasin seni dan sensasi ngekos versi gue (inget ya sekali lagi versi gue,,jadi kalo ad yang ga setuju yah silahkeun...!!) Biasanya kan kalo tinggal di rumah semuanya serba ada,, makan di sediain,, baju dicuciin,, pengen nyemil tinggal ambil,, nonton tv yah seenaknya,, cuci piring ga pernah,, boro2 nyapu rumah beresin kamar aja ogah2an,, duit bisa minta setiap saat keortu… Tapi kalo sampe ngekost kita masih ngedapetin itu semua,, yah di jamin kaga ada kesannya dah.. kaga ada cerita yang bisa di kenang ketika kita semua udah jadi “orang” nantinya.. idup kita lempeng2 aja,, kaga ada lika-likunya!! Pasti lu semua setuju kan kalo naik Halilintar di Dufan yang bikin seru itu karena ada lika likunya,, ada naik turunnya,, ada yang bikin kita kebentur2 ampe rasanya badan pada sakit,, coba bayangin kalo jalan yang dibuat itu kaya kereta2an di pasar malem.. Cuma lurus terus kaga ada rintangannya,, dan muter2 disitu aja,,, bisa-bisa Dufan tutup karena sepi pengunjung…*lebay
Alhamdulillah gue sama uswah ngedapetin seni dan sensasi dari ngekost.. yah kebetulan kita berdua berasal dari keluarga yang tidak berkelebihan,, jadi ngapain juga mau gaya2an.. nih gue paparin satu persatu yang pernah kami alami (lebih banyak guenya sih dari uswah),,huehuhehu….
1. Terjerat dalam lingkaran setan dalam urusan perhutangan adalah hal yang sangat lumrah., seru banget dah pinjem meminjem duit karena belom dikirimin duit ato emang ga dikirimin duit lagi.. tapi justru ini yang ngebuat ikatan pertemanan menjadi kuat,, hha….. gue pernah waktu itu pada suatu malem,,gue ngebayar utang ke x,, eh si x ngebayar utangnya ke y,, dan y ternyata punya utang ke gue.. jadilah kita saling membayar,, seru deh pokoknya!! dengan hutang menghutang (apa coba?) kita jadi terbiasa untuk saling ngebantu,, tapi inget utang ya tetep utang yang harus di bayar… jangan ampe lantaran utang kita jadi berantem,, yah sukur2 ada temen yang baek mau mutihin utang kita.. *ngarep!!
2. Nyuci nyetrika sendiri… yah mungkin kalo di rumah kita sungkan buat nyuci nyetrika sendiri,, tapi kalo udah ngekost mah masa masi tetep sungkan juga.. cobain deh buat ngelakuin hal ini,, ga seru kali kerjaan kita cuma nganter baju kotor ke laundry,, terus ngambil lagi bajunya udah terstrika rapi.. kan kalo kita ngerasain sendiri kita jadi lebih tau gimana capeknya orang yang biasanya nyuci nyetrika di rumah.. lagian kan lumayan kalo kita nyuci nyetrika sendiri duitnya bisa di simpen buat yang lain..
3. Kalo biasanya di rumah kamar kita berAC,, kamar mandi di dalem,, tivi ada sendiri di kamar,, abis makan langsung di tinggal gitu aja,, coba deh pas ngekost kita tanggalkan itu semua… yah emang sih buat sebagian orang yang emang udah terbiasa dengan kenyamanan dari kecil rada susah buat ninggalin itu semua,, tapi apa salahnya buat nyobain gimana tidur tanpa ac,, mau mandi mesti rebutan,, abis makan kita mesti ngeberesin dan nyuci piring sendiri,, terus nonton tivi mesti numpang2 (hha…… curcol).. yah sekali lagi ini bukan membiasakan kita untuk terus hidup susah sampe kapanpun tapi lebih kepada ada yang bisa diceritain dan di share buat memotivasi anak cucu kita ketika kita udah jadi orang yang sukses nantinya..*full confident
4. Buat urusan makan coba deh yang ga pernah kita pikirin sebelumnya… udah sangat biasa kan kalo makan di kantin ato di rumah makan cepat saji ato di manalah gitu yang menawarkan kenyamanan dengan harga yang ga bikin nyaman.. sekali2 cobain tuh yang namanya warteg,, warung angkringan,, ato apalah yang sesuai dengan kantong mahasiswa… Cuma mau share nih,, bahkan gue pernah bertahan hidup dengan dua bungkus mie instant selama 2 hari,, caranya gue ga rebus tuh mie,, tapi cuma gue remes terus dimakan deh buat dijadiin lauk,, nasinya masak sendiri.. terdengar menyedihkan memang,, tapi gue bangga karena otak gue bisa berjalan dengan baik untuk berpikir kreatif bagaimana bisa terus bertahan dalam keadaan tersulit apapun,, dan sekali lagi cerita ini bakal gue kenang selalu buat memotivasi adek,, keponakan,, anak dan cucu gue nantinya..
5. Gimana dengan masalah pembayaran kostan? Ayo ngaku siapa yang suka nunggak bayar kostan,,ehehe….. ga usah malu2,, itu hal yang biasa kali.. gue aja sering,, dulu gue pernah nunggak sampe 5 bulan,.. hha… lucu juga kalo di inget2.. mbak kostan gue cuma dateng tiga kali seminggu,,jadi gue selalu nebak2 kapan dia datengnya dan gue bisa ngumpet biar kaga ketauan.. gue sering berangkat lebih pagi ke kuliah lantaran takut ketemu mbak kostan,, kalo mbak kostan dateng dan kebetulan gue ga ada kuliah yang gue lakukan adalah gue mengurung diri di dalem kamar dan bertindak seolah2 kaga ada gue di dalem kamar..hha,, tapi itukan dulu sekarang sih malah gue bayar 2bulan di muka..ahahahaha……………….*songong
6. Masih dibiayain sama ortu sampe kuliah??kenapa ga nyoba buat hidup mandiri dengan tidak minta dibiayai lagi sama orang tua,,gak mungkin? Itu mah Cuma yang terlintas dipikiran kita saat ini aja,, kalo udah lu jalanin pasti otak lu akan terus berpikir gimana caranya bisa bertahan hidup tanpa biaya dari ortu.. yah mungkin selama ini kita menganggap susah nyari kerjaan,, kalo gue rasa itu sih lebih kepada karena sampe saat ini masih ada sejumput kecil bagian diotak kita yang masih berpatokan akan adanya pasokan dari orang tua,,kalo lu udah coba ngelepasinnya gue yakin pasti bisa.. karena gue pernah merasakannya,, di awal2 gue “di lepas” orang tua, gue juga keblingsatan buat menuhin kebutuhan hidup gue,, yah saat itu yang bisa gue lakuin cuma ngutang..ngutang..dan ngutang….tapi lama kelamaan gue juga mikir gue ga bisa terus2an bergantung pada utang.. dan Alhamdulillah sampe saat ini gue masih bertahan karena otak gue terus mencari jalan gimana caranya tetep bertahan.. jadi yakinlah kita bisa!! ga salah kan ngeringanin beban ortu,,buat kalian yang dari keluarga berkecukupan juga kenapa ga dicoba!! Kan dengan begitu tingkat kepercayaan orang tua tehadap kita dapat bertambah dan itulah yang gue rasain kini…hho,,
Gimana? Masih mau jadi pengekost yang lempeng2 aja? Ayo mumpung masih berstatus mahasiswa yang ngekost,, maka ubahlah hidup lu sekarang..ahahaha..*pentiiing banget,,!! Oiya buat mahasiswa2 kere kaya gue yang pengen tetep bertahan hidup ntar gue bakal bikin serial gimana caranya survive dengan kekerean yang ada..ahahaha,,,,,..*berasa pakar mahasiswa kere
Category pangeran beranalisa



